Penumpang istimewa

Saat berangkat kerja dijalan ketemu bapak2 tua nunggu angkutan … ku dekati dan kubukakan pintu … sambil berterimakasih beliau naik sambil kubantu …
Matur nuwun nggih nak …. berkali2 bapak tua mengucapkan terimakasih … dan bertanya “njenengan bade ten pundi? Njenengan asli pundi?” Dan kujawab sambil senyum … laki2 tua ini mengingatkanku akan alm bapak … “bade ten gresik pak, kulo asli kampung p*****jo” …

“Loh putrane sinten?” … kujawab nama alm bapak … si lelaki tua kaget dan berkali2 menepuk pundakku … “putrane pak yai” … dan aku hanya tersenyum saja sambil mengangguk … setelah sampai kampung yg beliau tuju aku bantu lelaki tua itu turun dan menawarkanku mampir ke rumah anaknya … dia lagi nengok cucunya … dg berterimakasih aku pamit …

Dlm perjalanan lamunanku kembali ke masa alm bapak hidup … beliau “pendekar” Muhammadiyah … tapi mengajar dan membesarkan madrasah NU di pelosok yg jika hujan harus dilalui dg jalan kaki krn “jembrot” … tanpa tendensi apapum selain IKUT MENCERDASKAN BANGSA … dan warga 2 organisasi massa itu Muhammadiyah dan NU sama2 menghormatinya sebagai Mbah Guru dan Pak Yai …

Bangga karenanya …


I miss u dad

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s