calon menantu dan mertua

Yunus masuk ke toko obat dan membeli sebuah kondom. Dengan riang dia bilang kepada pemilik toko bahwa sebentar lagi akan makan malam di rumah pacarnya.

“Bapak kan tahu sendiri, biasanya setelah itu kan ada kelanjutannya,” tambah yunus sambil menyeringai. Kondom pun berpindah tangan. 

Baru beberapa langkah ke luar toko, yunus kembali masuk. “Saya minta satu lagi,” katanya.

“Adik pacar saya juga cantik. Agak genit pula. Saya rasa dia juga naksir saya. Siapa tahu malam ini saya mujur,” ungkapnya sambil menerima kondom kedua.

Yunus kembali masuk dan minta tambahan satu kondom lagi. “Begini, ibunya juga tak kalah seksi. Penampilannya jauh lebih muda dari usianya. Dan kalau duduk di depan saya, dia selalu menyilangkan kaki. Saya yakin dia juga tak keberatan kalau saya dekati”.

Dengan berbekal tiga kondom, yunus datang ke rumah pacarnya sambil tak putus bersiul. 
Sajian sudah siap. Pacar yunus, adik dan ibunya sudah menunggu. Yunus pun langsung bergabung. Mereka menunggu sang ayah.

Begitu sang ayah masuk ke ruang makan, yunus langsung memimpin doa sambil menunduk dalam-dalam. Yang lain-lain ikut menundukkan kepala. Satu menit berlalu,yunus makin khusuk berdoa. Dua menit, yunus terus komat-kamit, cukup panjang untuk sebuah doa sebelum makan. 

Pada menit keempat, pacarnya menyenggol kakinya dan berbisik, “Saya baru tahu kamu ternyata sangat religius”. 

Sambil terus menunduk, yunus menjawab dengan suara hampir menangis, “Saya juga baru tahu ayah kamu yang punya toko obat.”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s