Penderita Kanker Harus Sering Lihat Pemandangan

Jumat, 22/10/2010 15:00 WIB

Merry Wahyuningsih – detikHealth

img
(Foto: thinkstock)

Baltimore, Beberapa prosedur pengobatan kanker yang panjang dan lama terkadang membuat pasien merasa tersiksa dengan rasa sakitnya. Tapi dengan melihat gambar pemandangan alam, pasien kanker bisa mengurangi rasa sakit tersebut.

Hal ini bukan berarti pasien kanker harus berjalan-jalan jauh untuk melihat pemandangan alam. Pasien bahkan tidak perlu meninggalkan tempat tidurnya.

“Cukup dengan memperlihatkan foto-foto pemandangan yang indah dan memperdengarkan suara-suara alam seperti kicauan burung atau desiran angin di tempat tidur pasien, sudah cukup mengurangi rasa sakit bagi banyak pasien,” jelas Noah Lechtzin, peneliti dari Departemen Kedokteran Johns Hopkins University di Baltimore, AS, seperti dilansir dari BBC News, Jumat (22/10/2010).

Untuk menemukan hal ini, peneliti dari Johns Hopkins University telah menerapkan serangkaian tes untuk menganalisa pasien yang menjalani aspirasi sumsum tulang dan biopsi atau bone marrow aspiration and biopsy (BMAB), yang dikenal sebagai bentuk paling menyakitkan dari pengobatan kanker.

Bagaimana tidak, pada BMAB sebuah jarum besar dimasukkan ke bagian belakang tulang panggul dan sumsum tulang ditarik keluar. Kadang-kadang mungkin diperlukan waktu hingga sepuluh menit dan sering dilakukan hanya dengan anestesi (pembiusan) lokal.

Pada beberapa pasien kanker, BMAB merupakan pengalaman yang paling tidak diinginkan. Untuk itu, banyak teknik yang dilakukan untuk membantu mengatasi rasa sakit seperti hipnosis atau sedasi.

Dan sekarang dengan adanya temuan terbaru ini, melihat pemandangan alam pun bisa jadi teknik pengurangan rasa sakit pada pasien kanker.

Dalam penelitian ini, peneliti hanya menggunakan gambar pemandangan dan suara alam serta gambar pemandangan dan suara keramaian kota untuk mengukur tingkat rasa sakit selama prosedur dengan menggunakan Hopkins Pain Rating Instrument.

Hasilnya, gambar pemandangan serta suara-suara alam secara signifikan dapat mengurangi rasa sakit pasien. Tapi hal tersebut tidak berlaku untuk gambar dan suara keramaian kota.

“Rasa sakit tidak hanya berpengaruh pada tubuh pasien tetapi juga berhubungan dengan pikiran yang memberikan efek menenangkan,” jelas Lechtzin.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s