Sang Pencerah, Kritik Tajam Buat Muhammadiyah dan Kita (dari blog teman)

salut buat saudaraku satu ini …harusnya kita malu

http://luthfi97.blogdetik.com/2010/09/30/sang-pencerah-kritik-tajam-buat-muhammadiyah-dan-kita-2/?991102866

September 30th, 2010 by luthfi

Sang Pencerah, Kritik Tajam Buat Muhammadiyah dan Kita
oleh Luthfi Realistis pada 29 September 2010 jam 3:48

Ada beberapa catatan bagi saya usai menyaksikan film Sang Pencerah besutan sutradara kondang Hanung Bramantyo ;

1. KH Ahmad Dahlan tokoh penerus perjuangan Kanjeng Nabi Muhammad SAW, sehingga beliau tidak takut terhadap penguasa dan berani mengambil resiko dari prinsip yang dipegangnya.
2. KH Ahmad Dahlan bukan ulama yang cuma mengajarkan “katanya” melainkan semua muridnya untuk praktek secara langsung terhadap ajaran agama Islam.
3. KH Ahmad Dahlan merupakan sosok ulama yang layak jadi panutan. Karena antara ucapan dengan perilakunya sama (bukan munafik). Seperti ; “Hidup-hidupilah Muhammadiyah, Jangan mencari Hiudp dalam Muhammadiyah”. Beliau benar-benar berjuang bukan sekedar dengan kata-kata melainkan harta dan jiwanya. Bahkan sampai uang tabungan terakhir miliknya digunakan untuk perjuangan demi tegaknya Islam yang rahmatan lil alamin.
4. KH Ahmad Dahlan bukan sosok yang mengajarkan teori semata atau bersilat lidah terkait ilmu agama. Beliau adalah ulama yang mengajarkan tentang perilaku, budi pekerti dan kepedulian terhadap sesama. Sedekah dan membantu fakir, miskin, orang tidak mampu adalah ajaran utamanya. Terbukti, beliau tidak mau beralih pada Al-Qur’an Surat Al-Ma’un kepada murid-muridnya sebelum semua muridnya merealisasikan inti perintah dari surat tersebut.
5. KH. Ahmad Dahlan tidak pernah mengharamkan Tahlil, bahkan beliau mengatakan bahwa Dzikir dan Tahlil adalah bagus. Namun menurut pendiri Muhammadiyah tersebut bahwa Rasulullah tidak mewajibkan tahlil dilakukan secara bersama-sama (jamaah) dengan suara yang keras dan melakukannya dengan mengeluarkan biaya yang memberatkan orang tidak mampu secara ekonomi.
6. KH Ahmad Dahlan bukanlah tokoh atau sosok yang fanatik terhadap kelompoknya sendiri dan tidak pernah menyatakan kelompok/ajaran lain adalah sesat atau bahkan kafir.
7. Dari dulu sudah ada orang yang punya fikiran, untuk apa dan apa untungnya saya berorganisasi. Alias tidak mau berkorban dan inginya mendapatkan sesuatu dari organisasi tersebut.
8. Film ini sebenarnya menyindir perilaku kita semua selama ini. Film ini menggugah kita untuk bangkit dari keterpurukan karena hal-hal yang sepele. Banyak tantangan yang kita hadapi dari soal kemiskinan, mahalnya pengobatan di rumah sakit, mahalnya pendidikan.
9. KH Ahmad Dahlan mendirikan Muhammadiyah dengan semangat agar orang tidak mampu bisa mendapatkan pendidikan yang layak seperti halnya para priyayi dan keluarga penguasa. Namun kondisi di Muhammadiyah sendiri sekarang faktanya? Tolong sebagai warga Muhammadiyah jangan hanya bisa bangga karena tokohnya diangkat dalam layer lebar dan menjadi idola anak muda, padahal seharusnya pengurus Muhammadiyah malu karena apa yang di cita-citakan KH Ahmad Dahlan masih jauh dari harapan.

Karena baru sekali saya menyaksikan film ini mungkin banyak hal yang terlewatkan (lupa), mohon maaf semoga bermanfaat. (*)

One thought on “Sang Pencerah, Kritik Tajam Buat Muhammadiyah dan Kita (dari blog teman)

  1. “Sang Pencerah, Kritik Tajam Buat Muhammadiyah dan Kita”.
    Agar yang tajam itu tidak hanya menusuk dan melukai, ada baiknya kita coba bermuhammadiyah bersama-sama. Insyaallah nggak bakalan rugi kalo niatnya kaya KHA Dahlan. Masalah sekolah atau rumah sakit Muhammadiyah mahal itu mah relatif tergantung siapa yang mbayar dan yang harus dibayari oleh Muhammadiyah. Kalo semuanya gratisan artinya nggak ngasih kesempatan orang buat melaksanakan perintah Allah untuk berjihad dengan HARTA dan JIWA.
    Bukankah kita bisa nonton piala dunia, acara-acara di TV, dan kegiatan-kegiatan MAHAL yang lain karena kita RELA bermahal-mahal saat membeli produk-produk kebutuhan kita yang mensponsorinya.
    Anyway, film ini jelas menjadi pengetahuan yang berharga bagi segenap penontonnya agar mereka bisa ikut mengawal perjalanan Muhammadiyah di masa kini dan masa yang akan datang agar tidak melupakan cita-cita awal pendiriannya. Kawalan seperti ini pulalah yang menjadikan Muhammadiyah masih mampu survive sampai 100 tahun….

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s