Belajar dari CEO Apple Steve Jobs, Tidak Usah Malu Melinting Lengan Baju

Belajar dari CEO Apple Steve Jobs, Tidak Usah Malu Melinting Lengan Baju

Oleh: Meddy Danial | 22 Juni 2010 | 15:33 WIB

Sering kita melihat dan berjumpa dengan para pemimpin yang selalu dengan setelan baju rapi formal, bahkan sangat formal. Baju lengan panjang dikancingkan tersetrika rapi dan berdasi. Ditambah jas warna gelap dengan kesan megah dan mewah. Sepatu hitam mengkilat tersemir tanpa kotoran. Kesan yang sangat formil dan jauh dari kesan kerja keras.

Kultur yang salah kaprah. Seolah dengan setelan jas rapi dan tumpangan mewah, pekerjaan setumpuk akan selesai dalam satu dua bulan. Mereka tidak pernah memandang bahwa memimpin adalah sebuah kerja keras. Para pemimpin seperti itu tidak pernah bisa kreatif dan hanya berkutat dengan masalah gaji dan kompensasi masa depan. Sudah terlalu sumuk dan sumpek melihat orang berjas dan berdasi, namun nihil dalam kreatifitas.

Contoh paling menawan tentang sebuah kesederhanaan adalah Steve Jobs, pendiri dan CEO Apple. Dengan celana jeans tanpa sabuk, kaos lengan panjang yang digulung selengan, Steve Jobs jelas terlihat sangat agung dan megah. Pesona kecerdasan sangat memancar dari gesture tubuhnya, terutama pada raut mukanya yang penuh percaya diri.

Bayangkan, sebuah launching produk teknologi paling canggih dari mahakarya perusahaan tingkat

dunia Apple yang ditunggu dan ditonton oleh jutaaan pemirsa di seluruh dunia, hanya dibahasatubuhkan dengan cara yang sederhana namun brilian. Baju kaos lengan panjang warna hitam, celana jeans tanpa sabuk, muka yang tidak dicukur klimis, rambut cepak beruban dan hanya berhias kacamata minus.

Dengan gaya yang smart, Steve Jobs mempresentasikan mahakaryanya dengan berbinar. Baginya, inilah kreatifitas yang sesungguhnya. Inilah produk dari intelegensia dan pengabdian yang luar biasa pada sebuah gagasan akan peradaban yang maju dan modern. Dan peradaban yang maju serta modern itu mengejawantah pada produk canggih yang bisa digenggam oleh manusia. Kreatifitas yang bisa dirasakan dan dinikmati oleh jutaan manusia di seluruh dunia.

Tidak perlu malu melinting baju lengan Anda. Belajarlah untuk bekerja, berpikir dan bertindak secara nyata. Jangan malu untuk menikmati setiap perjuangan dan pengabdian yang berkeringat. Tuhan menghargai orang yang berpikir dan bekerja dan berani bereksperimen untuk sesuatu yang lebih baik di masa depan. Eksperimen bisa salah dan bisa benar. Tapi, tanpa kesalahan kita tidak akan pernah tahu, mana sesungguhnya jalan yang benar.

Yang diperlukan hanyalah kesadaran untuk tetap etis dan estetis. Berusaha untuk otentik dalam setiap karya.

You only have one life to live (from Star World)
M. Meddy Danial

Posted with WordPress for BlackBerry.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s