…bersaudara itu mudah…ikhlas kuncinya…

malam ini gw pulang kampung ke rumah ortu di LA (lamongan asli) …

jam menunjukkan pukul 22.15 wib saat mulai melangkah dari gerbang kost…

gw lihat bensin di tank-i motor gw masih cukup sampai Gresik … ntar d gresik aja deh gw isi …

gw susuri jalanan sepi, sesekai truk gandeng mengagetkan dengan lampu jauhnya

sengaja dan sudah menjadi kebiasaan gw sejak masih SMA … suka perjalanan malam …

oh ya … dulu saat SMA kami sering ngeluyur keluar kota atau bolos sekedar untuk bilyard …

saat kuliah lebih parah lagi … “ngopi” saja bisa d belain ke pelabuhan gilimanuk padahal gw tinggal d tengah kota denpasar (kurang lebih 125 KM)… kadang sih hanya untuk mengusir rasa bosan …

malam ini seperti biasa 2 tahun lalu sejak dipindah tugas ke Surabaya gw pulang setiap sabtu sore ke kampung ibu di tepian hutan di lembah bengawan solo (kami menyebutnya LEMBAH SETAN)…padahal saat d denpasar gw pulang kampung hanya setahun sekali bahkan bisa dua tahun sekali …

motor kesayangan gw selalu menemani selain krn emang belum mampu beli yang lebih baik atau mobil sport impian gw…

sampai d gresik gw mampir ke SPBU d pinggir jalan besar Jakarta – Surabaya (seringnya d SPBU ini soalnya ada cafe-nya shg bisa minum kopi dan lepas penat)… ngisi bensin trus gw duduk2 bentar sambil lepas penat…kulihat beberapa mobil dan motor bergantian keluar masuk “minum” … kulihat kendaraan militer masuk dan mengisi di mesin SPBU di sebrang tempat gw nongkrong … sekilas gw lihat pengendara mobil itu berbaju dinas militer … pengendara mobil itu turun dan berjalan mendekati tampat gw duduk…menghormat dan menyapa gw “MASIH INGET SAYA MAS?” dan gw hanya menggeleng sambil bertanya “siapa ya??”

“mas inget gak pernah memberikan baju, jacket dan mantel malam2 saat hujan deras pada seseorang dengan istri dan anaknya yang kedinginan?”

“ups … ya inget dah gw sekarang!!”

“gmana kabar mas?” gw mula basa-basi “sorry lupa dah lama sekali….” dan kami berdua tertawa

“mas mungkin lupa tapi bagi kami tidak akan pernah lupa”, ujarnya …

“dari mana mas tau itu saya? la khan sudah lama sekali …hampir 2 tahun lalu…” selidik gw

“setiap saya lewat jalan ini saya teringat mendiang bapak saya … mas tau kenapa kami nekat malam2 dulu hujan deras menerobos hujan?” dia terdiam sejenak …

“bapak saya sakit keras … saya berdinas d surabaya, maklum perwira melarat mas kalau gak dapat ‘pinjeman’ mobil kantor ya pakai motor jauh gimanapun” … bapak saya berpesan kalau beliau merasa sudah mau meninggal … sebelum meninggal minta ketemu dengan cucunya anak saya … krn istri saya baru saja melahirkan anak kedua … dan saya menjanjikan minggu depan pulang selain karena ongkos juga karena pinjaman mobil dinasnya karena jauh mas d PATI jawa tengah …di pelosok gak ada angkutan umum”

“tapi kayaknya bapak merasa sudah semakin dekat saatnya beliau mendesak naik aja kendaraan umum, tapi gak mungkin karena sudah tengah malam dan kampung saya jauh d pelosok yang tak ada angkutan umum apalagi tengah malam …

“kami pulang berempat naik 1 motor …ya yg seperti mas lihat waktu itu…istri gendong bayi yg masih merah sementara kakaknya di depan saya…eh gak taunya keluar surabaya d hadang hujan badai dan terdamparlah saya dengan anak2 dan istri hampir mati kedinginan dan kami bersyukur ada mas yang bisa saja mengabaikan kami bukankah mas sudah lengkap bahkan mantel double knapa justru di berikan kami? itu yang menjadi pertanyaan namun juga kami syukuri”

dari dalam mobil itu turun ibu2 muda menggendong anak kecil disusul yunior army …ibu2 itu menyalamiku dan bilang “makasih mas” … dan gw tersenyum “sama2 mbak” … si kecil mengulurkan tangannya … lucu2 ..

“ini anak2 yang dulu kedinginan itu mas”

“bentar … knapa mas tau ini tadi SAYA???” padahal sudah lama sekali???

“seperti saya bilang tadi … kami tidak akan bisa lupa, karena begitu sampai kita di PATI dan bapak mendekap cucunya beliau meninggal…saya tidak bisa bayangkan kalau saat itu kami telat datang mungkin saya akan merasa bersalah seumur hidup…dan mas lah salah satu sebab saya bisa melanjutkan perlajanan ke PATI malam itu… oh ya kenalin nama saya M****n dan gw ulurkan tangan sambil nyebutin IMAM …

dan kami bercerita panjang lebar …tak terasa sejam kami ngobrol bertiga d temani 2 krucil yang sesekali menguap …

“bentar mas … saya belum dapat jawaban kenapa mas memberikan baju, jacket dan mantel padahal mas bisa saja ngeluyur duluan?” desaknya …

“saya hanya membayangkan kalau itu istri dan anak2 saya…” itu saja …karena bagaimanapun KELUARGA ADALAH SEGALANYA BUAT SAYA … dan gw pikir mas lebih membutuhkannya untuk istri dan anak2 daripada saya…” iya khan? simple saja … APA MILIK SAYA BUKAN SEPENUHNYA HAK SAYA … DAN BAJU, JACKET DAN MANTEL itu HAK SAMPEYAN sekeluarga … itu saja kok …

“makasih mas dan saya terimakasih banget… bagi saya mas sudah seperti saudara sendiri makanya sering kami lewat jalan ini pasti kami membicarakan mas yang belum kami kenal bahkan berterimakasih saja belum hehehe” ujarnya “ok kita lanjutkan perjalanan …dan rumah saya terbuka 24 jam untuk mas IMAM kapanpun…”

dan kami berpisah …sungguh lega ternyata BERSAUDARA ITU MUDAH !

3 thoughts on “…bersaudara itu mudah…ikhlas kuncinya…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s